Surat Untuk Mamak..

Surat Untuk Mamak..

Surat sederhana ini kutuliskan untukmu, mamak. Wanita yang selalu menjadi inspirasi dalam segala hal yang kulakukan. Wanita yang menjadi cahaya saatku berada dalam gelapnya kehidupan. Wanita yang selalu siaga untuk menuntunku, mengajarkan aku apa itu kesabaran. Wanita yang selalu kuat dihadapanku.

Maafkan sifat nakalku yang mungkin selalu menyakitimu. Maaf untuk setiap ucapanku jika menyinggung perasaanmu. Maaf karena hingga saat ini aku masih belum bisa menjadi kebanggaanmu. Belum mampu menjadi yang terbaik seperti mereka yang lainnya.

Mamak, aku berjanji satu hari nanti akan aku buktikan pada mereka. Mereka yang selalu mengejekku, mereka yang selalu meremehkanku, mereka yang selalu menertawakanku, mereka yang selalu menjatuhkanku, mereka yang selalu memanfaatkanku. Suatu hari nanti akan aku buktikan pada mereka bahwa aku memang anakmu yang pantas kau banggakan.

Suatu hari nanti kau tak perlu lagi berusaha dan bekerja keras untukku. Izinkan aku untuk berusaha dan bekerja keras untukmu, untuk membahagiakanmu, mamakku. Suatu saat nanti akan aku balas semua pengorbananmu meski tak sebanding dengan pengorbanan yang telah kau lakukan untukku selama ini.

Maafkan aku mamak. Maaf karena aku selalu bertemu dengan kegagalan yang membuat cita-citaku harus terkubur lagi. Mungkin memang ada yang lebih baik lagi yang Dia takdirkan untukku di masa depan nanti karena aku yakin doa-doamu tak pernah berhenti untukku. Aku yakin kau selalu berdoa dalam setiap sujudmu padanya agar anak-anakmu selalu dilindungi dan diberikan masa depan yang cerah. Aku berdoa semoga umurmu panjang hingga aku bisa melihat senyum bahagiamu saat aku sukses untukmu, mak.

Dibalik kenakalanku, aku selalu menyayangi dan mendoakanmu. Aku menyayangimu mamak.

Tertanda Ananda,

Suryati Ali

Senja Yang Memudar

**Senja yang Memudar**

Di kala senja datang

Aku hanya melamun, melamun, dan melamun

Menanti kehadiranmu kasih

Namun seiring berjalannya waktu

Kau tak kunjung datang

Bahkan setitik tanda_tanda kehadiranmu pun tak tampak

Hingga senja ku mulai memudar

Aku masih menantimu

Ku tatap jalanan nan sunyi

Berharap dapat melihat langkahmu itu

Namun apa yang ku dapat?

Hanyalah jalanan sunyi yang semakin sunyi ..

Aku menunggu mu

Menantikan jejakmu berpijak dihadapku

Menantikan suaramu mengisi kehampaan

Berharap cahayamu menerangi kegelapanku

Gelap .. sepi .. hampa ..

Tak dapat aku merasakan sedikitpun suaramu

Tak sanggup aku jika harus menantimu setiap waktu seperti inii

Setiap detik ku menjadi sia-sia karna memikirkanmu ..

Aku pulang.. aku pergi

Bukan untuk melupakanmu

Hanya untuk melupakan sejenak kecewa yg aku rasakan

Di senja yang memudar

Aku mulai sadar

Aku memang bukan wanita tegar

Aku mungkin bukan lg tempat kau bersandar ..

Berbahagialah dengan jalanmu

Aku cukup melihatmu dari sini

Dari hati aku berikan ketulusan yg tak terbatas lg

Sadarilah rasa ini hanya untukmu ..

 

Tertulis dalam senja
-Suryati Ali-